Wow asik banget ya jalan-jalan apalagi keluar kota dan keluar negri. Pastinya dengan mebiarkan tubuh stand by dan aktif di dalam perjalanan akan ada efek amping yang dialami setelah sahabat-sahabat traveler jalan-jalan.
Nah di bawah ini ARIZH kasih tau apa aja penyakit yang biasa nyerang sahabat traveller setelah jalan jalan.
1.trombosis
merupakan penyakit pembekuan pembuluh darah, penyakit ini menyerang kaki kita. Kaki akan terasa kebas setelah duduk selama 90 menit. Penyakit ini bisa berakibat fatal dan menyebar ke pembuluh darah lainnya.
2.jet lag
nah memeang banyak orang yang sering berpergian mengalamai sakit ini, ini bukan lah penyakit yang pada umumnya disebabkan oleh virus melainkan hanya karna rasa letih selama perjalanan panjang. Jet lag muncuk dikarenakan perbedaan waktu istirahat yang terlalu amat cepat sahabat traveler alami.
Gejala bila kena Jetlag :
-badan lelah berkepanjangan
-lebih sering mengantuk walau sudah tidur, bahkan bisa insomnia.
-sulit konsentrasi
-dan ganguan selera makan karna badan yang serba gak enak karna kelelahan.
3.Sakit demam
Penyakit ini mungkin saja tidak banyak yang mederita karnanya karna memang tergolong biasa bagi orang dewasa. Sakit muncul karna kita lalai dalam mengkonsumsi makanan yang tidak highenis.
4.flu
biasa sih ini keujanan aja. trus keadaan badan yang kurah sehat alias faktor kelelahan.
Selasa, 27 Februari 2018
Rabu, 17 Januari 2018
EXPLORE JAKARTA CIKINI
Trip kali ini
kita akan explore daerah Cikini untuk
explore Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Rumah Sakit PG Cikini, Pasar
Antik Surabaya, Masjid Cut Meutia dan Gedung Joang 45.
Trip dimulai
dari Planetarium. Di Planetarium kita bisa menikmati Pertunjukan dan Museum
Antariksa. Bagi anda yang ingin menonton pertunjukan tersebut disarankan untuk
datang 3jam lebih awal sebelum loket
dibuka. Dkarenakan antusiasme dari masyarakat yang sangat tinggi untuk melihat
pertunjukan tersebut.
Dalam setiap
pertunjukan tersedia 320 tiket untuk kursi dan 150 tiket untuk yang tanpa duduk
di kursi. Planetarium mengadakan 2 kali pertunjukan setiap harinya yaitu pukul
10.00 dan 14.00. Adapun harga tiket untuk dewasa sebesar Rp 12.000 dan anak-anak
Rp 7.000. Pertunjukan Planetarium mempertontonkan rasi bintang dan susunan tata surya. Dengan
menonton pertunjukan Planetarium kita bisa menambah pengetahuan tentang luar
angkasa, sehingga kita bisa mengetahui betapa luasnya luasnya alam semesta dan
betapa hebatnya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah menonton pertunjukan
dilanjutkan dengan melihat museum Luar Angkasa yang berada di Planetarium.
Setelah kita
mengunjungi Planetarium selanjutnya kita mengunjungi Taman Ismail marzuki. Di
Taman Ismail Marzuki kita bisa melakukan sesi foto di skitar gedung Theater
Ismail Marzuki. Di Gedung yang telah direnovasi, banyak tempat yang bagus untuk
mealkukan sesi pemotretan. Gedung Ismail Marzuki dibangun dengan tujuan supaya
ada tempat pertunjukan Orkestra yang bertaraf internasional di
Jakarta.Pemilihan Nama Ismail Marzuki adalah karena kiprah Ismail Marzuki di
dunia seni yang mana beliau adalah komponis terkenal sejak 1931 hingga 1958.
Trip selanjutnya
adalah Rumah Sakit Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini yang berjarak sekitar
950meter dari Taman Ismail Marzuki yang ditempuh dengan berjalan kaki. Sakit PGI Cikini dulunya merupakan rumah
tinggal Raden Saleh yang mana Rumah sakit tersebut dibangun pada masa
penjajahan Belanda. Kelebihan dari Rumah Sakit ini adalah pelayanannya yang
merata dan tidak membeda-bedakan suku dan ras. Bahkan dizaman Belandapun orang
pribumi bisa berobat gratis. Untuk zaman sekarang bisa mengunakan BPJS untuk
berobat. Rumah Sakit PGI Cikini mendapat bantuan dana dari Amerika untuk
renovasi gedung. Hal tersebut dikarenakan jasa Raden Saleh untuk dunia kesenian
Eropa.
Setelah
mengunjungi Rumah Sakit PGI Cikini, perjalanan dilanjutkan dengan berkunjung ke
Masjid Jami’ Cikini Al-Mahmur untuk melaksanakan sholat dzuhur. Masjid ini sudah
ada sejak zaman Belanda dan sering digunakan untuk mengatur strategi melawan
dan bersembunyi dari kejaran tentara Belanda.
Setelah sholat
di Masjid Jami’ Cikini Al-Mahmur perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Antik
Jalan Surabaya dengan jarak 1,4KM yang ditempuh dengan berjalan kaki. Di Jalan
Surabaya kita bisa melihat atau membeli barang antik atau hanya sekedar
berfoto-foto disepanjang Jalan Surabaya.
Setelah puas
berjalan-jalan di Jalan Surabaya, selanjutnya kita mengunjungi Gedung Joang 45
yang berjarak sekitar 1,8KM ditempuh dengan berjalan kaki. Gedung Joang 45
ddulunya digunakan oleh penjajah Jepang untuk melatih pemuda Indonesia
propaganda Jepang. Akan tetapi pemuda Indonesia memanfaatkan untuk propaganda
kemerdekaan Indonesia. Di Gedung Joang 45 kita bisa melihat sejarah kemerdekaan
Indonesia. Kita bisa melihat peninggalan perlengkapan tentara Jepang dan PETA.
Selain itu kita juga bisa melihat miniatur kapal Renville tempat diadakannya perjanjian
Renville. Disini terdapat mobil peninggalan Presiden Soekarno dan Mohammad
Hatta.
Adapun tujuan
trip terakir adalah Masjid Cut Meutia. Masjid Cut Meutia memiliki keunikan
yaitu kiblatnya miring. Hal ini disebabkan dulu Gedung Masjid Cut Meutia tidak
dibangun sebagai Masjid. Hal ini menyebabkan arah Bangunan tidak menghadap
kilblat.
Selasa, 16 Januari 2018
OPEN TRIP EXPLORE JAKARTA CIKINI
OPEN TRIP EXPLORE
JAKARTA CIKINI
ARIZH Travel mengajak anda untuk
explore Jakarta, dari belajar sambil nonton astronomi hingga pasar yang penuh
dengan barang antic yang Istagramnable sekaligus kita juga akan berdonasi di
yayasan YBKB.
Meeting point Gedung Joang 45 pukul 08.00
Destinasi :
·
Gedung Joang 45
·
Masjid Cut Meutia
·
Planetarium
·
Taman Ismail Marzuki
·
RS PGI Cikini
·
Pasar ANtik Jalan Surabaya
HTM : Rp 60.000/orang
Minimum peserta 25 orang
Include :
·
Biaya Pendaftaran
·
Trip Leader
·
Tiket Masuk
·
Izin Masuk
·
Snack + Air Mineral
·
Berdonasi DI yayasan YBKB
·
Free Voucher Diarraqueen Spa
Exclude :
·
Tiket Planetarium
·
Transportasi
·
Makan Siang
Segera ajak teman – teman anda dan
keluarga anda untuk bergabung bersama kami untuk explore Jakarta Cikini yang
akan menambah pengetahuan anda dan peduli kepada situs sejarah dan adik – adik
yayasan YBKB.
Langganan:
Postingan (Atom)






